Wed. Jul 17th, 2019

Gejala Difteri Pada Anda, Orang Tua Harus Waspada

3 min read

Akhir-akhir ini, sempat beredar kabar bahwa gejala difteri pada anak lagi mengancam kesehatan penduduk Indonesia. Pada bulan Desember 2017 lalu, difteri ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) di lebih dari satu tempat di tanah air, tak kecuali di kota-kota besar. Menteri Kesehatan juga menyebutkan, penyakit difteri pada anak dan dewasa adalah penyakit yang menular, berbahaya, dan mematikan. Namun, apa sesungguhnya difteri dan mengapa penyakit itu dapat terlalu beresiko bagi kesehatan, sampai dapat merenggut nyawa? Yuk, ketahui jawabannya lewat ulasan di bawah ini.

Dalam artikel di situs CNN Indonesia pada Desember 2017, Dokter Soedjatmiko, Sekretaris Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), menjelaskan bahwa difteri adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium Diptheriae dan menyebar lewat batuk atau bersin. Bakteri ini banyak bersarang di tenggorokan dan hidung serta membawa dampak terbentuknya selaput putih tebal. Lama-kelamaan, selaput ini pun menutupi saluran pernapasan. Tak cuma membawa dampak terbentuknya selaput yang menutup saluran pernapasan, bakteri ini juga mengeluarkan racun yang berisiko melumpuhkan otot jantung serta saraf. Inilah yang membawa dampak gejala difteri pada anak mematikan. Nah, mengingat proses imun tubuhnya tetap belum dapat bekerja bersama optimal, biasanya bayi dan anak-anak lebih rentan pada risiko difteri.

Seperti yang telah dijelaskan di atas, penyakit dan gejala difteri pada anak disebabkan oleh infeksi bakteri Corynebacterium Diptheriae. Pada banyak kasus, infeksi terjadi karena penderita belum pernah beroleh imunisasi DTP. Yang kudu diingat, tidak ada imunisasi lain yang dapat menjaga si Kecil dari bahaya difteri, kecuali imunisasi DTP. Oleh karena itu, perlu bagi para orang tua untuk menegaskan si Kecil beroleh imunisasi yang lengkap sejak dini, juga imunisasi difteri pada anak. Sebagai penyakit yang menyerang saluran pernapasan, gejala penyakit difteri pada anak dan dewasa dapat keluar di anggota mulut dan juga tenggorokan. Biasanya gejala difteri yang dapat dicermati antara lain munculnya selaput tebal berwarna putih atau keabu-abuan pada tenggorokan, munculnya radang tenggorokan, nada menjadi serak, serta bengkaknya kelenjar leher.

Selain itu, penderita juga dapat mulai mengalami persoalan pernapasan serta susah kala menelan. Hidung pun menjadi berlendir dan tubuh demam serta menggigil. Difteri juga dapat membawa dampak batuk dan mengundang perasaan tidak nyaman. Bahkan, dapat terjadi problem penglihatan, serta berkata yang menjadi melantur. Tanda lain adalah kulit menjadi pucat dan berkeringat, serta jantung berdebar. Supaya si Kecil dapat langsung beroleh pertolongan yang tepat, langsung bawa ia ke dokter seandainya anda lihat gejala-gejala tadi pada dirinya, ya. Jika mendapat penanganan yang cepat dan tepat, besar barangkali bagi anak untuk selamat, karena bakteri di tubuhnya belum mengundang komplikasi yang membawa dampak otak kekurangan oksigen dan manfaat jantung terganggu. Bila si Kecil terdiagnosa menderita gejala difteri pada anak, biasanya sistem penyembuhannya perlu melalui prosedur rawat inap. Selama pengobatan, si Kecil bakal diberikan antibiotik untuk melumpuhkan bakteri penyebab difteri.

Jika kondisinya udah gawat supaya kegunaan jantung dan saraf si Kecil dikhawatirkan rusak akibat racun dari kuman, dokter bakal menganjurkan anak diisolasi selama dua minggu untuk meraih perawatan intensif. Untuk mengatasi penyakit dan gejala difteri pada anak maupun orang dewasa, kecuali telah sampai terhadap langkah isolasi, seluruh orang terdekatnya terhitung akan diperiksa, baik itu Mum, Dad, Nenek, Kakek saudara, dan kerabat lainnya. Sebenarnya, yang paling wajib diprioritaskan untuk mendapat imunisasi ialah yang paling sering laksanakan kontak dengan si Kecil, baik bagian keluarganya, kawan sekolah, ataupun tetangga. Sebagai tambahan informasi, imunisasi difteri wajib diulang tiap 10 th. sekali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.